Life is not complex. We are complex. Life is simple, and the simple thing is the right thing.

Life is not complex. We are complex. Life is simple, and the simple thing is the right thing.
WELCOME TO MY BLOG

Rabu, 08 Februari 2012

Tahapan Perencanaan Jalan

 













A. UMUM
Suatu konstruksi jalan yang baik adalah jalan yang dapat memenuhi kebutuhan pelayanan lalu lintas untuk suatu masa tertentu yang dikenal dengan UMUR PENCANA JALAN.
Satu diantara beberapa bagian perencanaan yang penting pada suatu konstruksi jalan adalah GEOMETRIK.
Perencanaan Geometrik secara umum yaitu perencanaan bagian jalan seperti :
·         LEBAR
·         TIKUNGAN
·         LANDAI, serta hubungan satu dengan lainnya yang berkaitan dengan arus lalu lintas.
B. LINGKUP PERENCANAAN
Pekerjaan perencanaan geometrik jalan antar kota meliputi 5 tahapan yang berurutan sbb:
1.     melengkapi data dasar
2.     identifikasi lokasi jalur
3.     penetapan kriteria perencanaan
4.     penetapan alinernen jalan yang optimal
5.     penggambaran detail perencanaan geometrik jalan dan pekerjaan tanah.

1.Data Dasar
Dasar dasar yang diperlukan adalah:
o     Peta topografi berkontur yang akan menjadi peta dasar perencanaan jalan, dengan skala tidak  lebih kecil dari 1 : 10.000 (skala yang lain misal 1 : 2.500, 1 : 5.000), perbedaan tinggi setiap garis kontur tidak lebih dari 5 m.
o      Peta geologi yang membuat informasi daerah labil maupun daerah stabil.
o      Peta tata guna lahan yang membuat informasi ruang peruntukkan jalan.
o      Peta jaringan yang ada.

2. Identifikasi lokasi jalan
Berdasarkan data tersebut pada 1,ditetapkan :
o        Kelas medan,
o        Titik awal dan perencanaan, dan
o   Pada dasar perencanaan, identifikasi daerah-daerah yang layak dilintasi berdasarkan struktur mekanika tanah, struktur geologi, dan pertimbangan lainnya yang dinganggap perlu.
3. Kriteria perencanaan
Tetapkan :
  • Untuk perencanaan geometrik perlu ditetapkan klasifikasi menurut fungsi jalan,
  • Kendaraan rencana
  • Volume lau lintas rencana dan VJR (volume jam rencana)
 Kriteria perencanaan tersebut diatasi ditetapkan berdasarkan pertimbangan kecenderungan dimasa mendatang sehingga jalan yang dibangun dapat memenuhi fungsinya selama umur rencana.

4. Penetapan Alinemen Jalan
Alinemen jalan yang optimal diperolaeh dari satu proses iterasi pemilihan alinemen yaitu:
  • Dengan menggunakan data dasar, dibuat beberapa alternatif alinemen horizontal (lebih dari satu) yang dapat memenuhi kriteria perencanaan,
  • Setiap alternatif alinemen horizontal dibuat alinemen vertikal dan potongan melintangnya,
  • Semua alternatif alinemen dievaluasi untuk memilih satu alternatif yang paling efisien.
4.1 Alinemen Horizontal
Berdasarkan kriteria perencanaan ditetapkan:
a). Jari-jari menimum lengkung horizontal,
b). Kelandaian jalan maksimum,
c). Panjang maksimum bagian jalan lurus, dan
d). Jarak pandang henti dan jarak pandang mendahului.

Dengan memperhatikan kriteria perencanaan dan DAMIJA, pada peta dasar perencanaan, rencanakan alinemen horizontal untuk beberapa Alternatif lintasan.

Pada setiap alternatif, buatkan NOMOR STASION singkat STA. dan ditulis STA.XXX+YYY, dimana XXX dalam satuan kilometer dan YYY satuan Meter. Penomoran Sta. ditetapkan sbb:
1)     Pada bagian jalan lurus, STA dibuat untuk setiap setiap 50 m,
2)     Pada bagian lengkung, STA dibuat setiap 20 m, dan
3)     Penulisan STA pada gambar dilakukan disebelah kiri dari arah kilometer kecil ke kilometer besar.
4.2 Alinemen Vertikal
Berdasarkan kriteria perencanaan ditetapkan:
a) Jari-jari lengkung vertikal minimum,
b) Kelandaian jalan maksimum,
c) Panjang jalan dengan kelandaian tertentu yang memerlukan lajur pendakian,dan
d) Jarak pandang henti dan jarak pandang pendahului.

Gambar alinemen vertikal dengan skala horizontal 1 : 1.000 dan vertikal 1 : 100.

4.3 Potongan melintang
Berdasarkan kriteria perencanaan ditetapkan:
o        Lebar lajur, jalur dan lebar bahu jalan,
o        Pelebaran jalan ditikungan untuk setiap tikungan, dan
o        Damaja, Damija, dan Dawasja.
Gambar potongan melintang dengan skala horizontal 1 : 100 dan skala vertikal 1 : 10.    Gambar potongan melintang dibuat untuk setiap titik STA.

Potongan melintang, alinemen horizontal, dan alineman vertikal digunakan untuk menghitung volume galian, timbunan, dan pemindahan meterial galian dan timbunan.

4.4 Pemilihan Alinemen yang Optimal
o       Perencanaan untuk beberapa alternatif bertujuan untuk memilih alinemen yang paling efisien yaitu alinemen dengan kriteria sbb:
1)     Alinemen terpendek,
2)     Semua kriteria perencanaan harus dipenuhi,
3)     Memiliki perkerjaan tanah yang paling sedikit,
4)     Memiliki jumlah dan panjang jembatan paling sedikit.

o    Pada alternatif yang paling efisien, perlu dievaluasi koordinasi antara alinemen horizontal dan vertikal.
Perubahan kecil pada alinemen terpilih dapat dilakukan, tetapi jika perubahan tersebut mengakibatkan panambahan pekerjaan tanah yang besar maka proses pemilihan alinemen perlu diulang.

5. Penyajian Rencana Geometrik
Bagian perencanaan yang disajikan meliputi:
1.           Gambar alinemen horizontal yang digambar pada peta topografi berkontur,
2.           Gambar alinemen vertikal,
3.           Gambar diagram superelevasi,
4.           Gambar potongan melintang untuk setiap titik STA,
5.           Diagram pekerjaan tanah, dan
6.      Bagian-bagian lain yang dianggap perlu


Sumber


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar