Life is not complex. We are complex. Life is simple, and the simple thing is the right thing.

Life is not complex. We are complex. Life is simple, and the simple thing is the right thing.
WELCOME TO MY BLOG

Rabu, 30 November 2011

Inilah Persamaan Gayus Tambunan dan Nazaruddin


Muhammad Nazaruddin ditangkap di bandara Internasional Rafael Nunez, Cartagena, saat hendak terbang ke Bogota. Di ibukota Kolombia itu, Nazaruddin bukan ingin melakukan sesuatu yang serius terkait pelariannya, melainkan ingin menonton pertandingan sepakbola.

Dua hari sebelum Nazaruddin ditangkap pada Minggu (7/8) dini hari, di Bogota akan digelar babak perenambelas final antara Costa Rica melawan tuan rumah Kolombia.

Nah, jika Nazaruddin memang gila bola, kepergian ia saat itu ke Bogota memang sangat tepat. Sebab, pada pada 20 Agustus mendatang, pertandingan final kejuaraan itu juga akan dihelat di Bogota.

Kisah pelarian Nazaruddin yang ingin menonton sepakbola ini mengingatkan publik pada kisah 'kabur'-nya Gayus Tambunan dari tahanan ke Bali, 5 November tahun lalu. Di Kota Dewata itu, Gayus asyik menonton pertandingan tenis The Commonwealth Bank Tournament of Champions, sebelum akhirnya kisah pelariannya bikin heboh tanah air.

Meski mengaku penggemar Sharapova, namun pertandingan yang ditonton Gayus saat 5 November tahun lalu, itu tidak menampilkan petenis cantik asal Rusia itu. Lebih janggal lagi, terpidana mafia pajak itu pernah mengaku kepada wartawan bahwa ia tidak suka tenis.

Lepas dari apakah Gayus benar suka tenis datau Nazaruddin sungguh gemar sepakbola, kisah pelarian keduanya sambil menonton olahraga menunjukkan kesantaian mereka menghadapi hukum, meski mereka jelas-jelas melanggarnya.

Atau jangan-jangan nonton pertandingan olahraga sudah menjadi tren para pelarian. Jika demikian adanya, tidak ada salahnya menyisir stadion-stadion untuk mencari para buron. Nunun Nurbaetie, misalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar